Showing posts with label Eksterior. Show all posts
Showing posts with label Eksterior. Show all posts

20 February 2016

galery desain rumah minimalis modern 1 lantai dan 2 lantai terbaru

Silabis dilihat beberapa galery desain rumah minimalis modern untuk 1 lantai atau 2 lantai terbaru dibawah ini.


untuk anggaran dana yang disiapkan tetap menggunakan acuan dana 1 meter = 1juta tetap berlaku untuk semua desain dibawah ini. Catatan penting adalah jangan menyiapkan dana pas, karena di tengah jalan pasti ada saja bahan bangunan atau perabot pelengkap yg ingin kita upgrade menjadi lebih baik sesuai selera. Contohnya adalah toilet, desain awal menggunakan toilet jongkok tapi setengah jalan pembangunan ingin toilet duduk. 

2 February 2016

Desain rumah 2 lantai type 36 luas tanah 60 di Perumahan Bumi Cikarang Makmur.

Perumahan Bumi Cikarang Makmur mempunyai luas tanah rata-rata 60 meter persegi dengan panjang 12meter x lebar 5meter. Nah untuk ukuran tanah seluas itu tentu kita butuh rumah yang lebih luas tapi ukuran hanya ada sebesar itu. Tentu langkah terakhir sebagai solusi adalah untuk naik tingkat ke atas.

Dibawah ini adalah desain untuk rumah tingkat ukuran 60 meter persegi atau type rumah 36.





Untuk biaya membuat rumah seperti itu kisaran menghabiskan dana 120 juta. Bagaimana menghitungnya?

Menurut beberapa tukang dan para ahli bangunan, untuk jaman sekarang itu biaya membangun rumah hampir sama dan sama dengan 1 juta/meter termasuk ongkos dan bahan.

Karena kita berniat membangun full diatas tanah 60 meter artinya 2x60 meter alias 120 meter.

Untuk membangun rumah seperti itu gunakan pemborong, agar ada garansi dan kualitas tetap terjaga.

1 January 2013

Tujuh Langkah Atasi Bocor

Masalah kebocoran atap sering dikeluhkan banyak orang, mulai dari skala kecil (rembes) hingga skala besar (bocor). Mencegah lebih baik daripada mengobati, pepatah ini pun berlaku untuk atap. Pemasangan berbagai komponen atap yang dilakukan dengan benar dan pemilihan material yang tepat, sangat menentukan bocor tidaknya atap. Nah untuk melenyapkan kebocoran atau rembes pada atap, simak kiat-kiat berikut ini:

1. Cermati Sudut Kemiringan Atap
Buatlah atap dengan sudut kemiringan yang tepat, sehingga air cepat mengalir ke tanah. Sudut kemiringan yang ideal sekitar 30 - 40, namun ada beberapa jenis atap yang sudut kemiringannya bisa lebih landai.

2. Minimalkan Sambungan Atap
Kebocoran dapat ditimbulkan dari sambungan, minimalkan pemakaian sambungan antara atap seperti penggunaan karpusan/nok, jurai. atau model atap bertumpuk, karena tiap pertemuan atap berpotensi untuk bocor. Atap dengan model pelana paling ideal untuk mengurangi risiko bocor.

3. Pilih Genteng Berkualitas
Genteng yang kurang bagus dapat menimbulkan kebocoran, pilih penutup atap ( genteng ) yang berkualitas sehingga tidak mudah retak yang menyebabkan air rembes ke bawah. Penutup atap katagori bagus dapat dipasang dengan sempurna tanpa ada celah. Pilihan material atap amat beragam mulai dari keramik / tanah liat, metal, PVC, bitumen, beton dll.

4. Pasang Talang dengan Tepat
Pasang talang untuk mengarahkan air hujan dari atap. Pilih talang dengan ukuran. kekuatan dan pemasangan yang tepat.

5. Perhatikan Ketinggian Nok
Bubungan / nok jangan dipasang terlalu tinggi karena akan menimbulkan celah yang bisa mengundang air. Pengerjaannya harus rapi dan memakai bahan yang tidak mudah retak. Bahan berupa lembaran yang tahan air, lunak dan lentur sehingga tidak akan getas lalu retak karena cuaca. Cara ini juga membuat atap lebih bersih dan rapi, karena tidak ada lagi lelehan adukan yang kerap mengotori atap.

6. Pasang Material Pelapis
Pasang material pelapis (flashing) pada bagian yang rawan bocor seperti; pada jurai dan pertemuan antara genteng dan dinding. Syarat ideal bagi bahan pelapis ini adalah:
- tidak terdegradasi oleh air.
- tidak memuai pada temperatur yang tinggi.
- tidak menyerap air.
- warna bisa disesuaikan dengan genteng sehingga cocok dikombinasikan dengan material lain.
- dapat diwarnai/dicat.
- dapat diaplikasikan langsung pada bagian yang ingin dilindungi.

7. Pakai Waterproofing
Aplikasikan cat waterproofing pada tiap sambungan dengan benar, agar tidak terjadi retak rambut. Waterproofing adalah bahan pelapis yang kedap air sehingga dapat mencegah kebocoran. Aplikasi waterproofing bisa dilakukan dengan kuas, roller, atau spray. Pengaplikasiannya dibuat berlapis. Lapis pertama, berupa waterproofing yang diencerkan dengan air (10%) agar lebih menyatu dengan permukaan yang dilapisinya. Lapis kedua berupa waterproofing tanpa campuran. Hal ini dilakukan berulang ( minimal 1x ulangan ) dengan tetap ulangan arah lapisannya berlawanan agar kedua lapisan saling "menganyam".

Sumber : Kompas
              Depo Bangunan Online

Tips Memasang Batu Alam

Memasang batu alam tak jauh berbeda dengan memasang keramik. Namun, tentu saja ada beberapa hal yang berbeda. Berikut tips memasang batu alam:

1. Sebelum dipasang, sebaiknya batu alam direndam dalam air. Sebab batu alam memiliki pori-pori yang besar sehingga bila ditempel langsung biasanya mudah lepas

2. Bila akan dipasang pada dinding, kupas acak permukaan dinding agar batu alam akan lebih kuat menempel pada dinding

3. Gunakanlah semen khusus atau semen instan agar batu alam lebih kuat menempel

4. Batu alam memiliki presisi yang tidak terlalu pas. Penyimpangan ukuran pada batu alam bisa mencapai 5 mm atau bahkan 1 cm. Kalau sudah begini, hasilnya bisa dipastikan tidak akan rapi. Karena itu perhatikan benar presisi batu pada saat membeli, dan gunakan tukang yang sudah berpengalaman dalam pemasang batu alam

5. Batu alam relatif berat karenanya Anda membutuhkan semen yang lebih banyak, mutu pasir yang baik dan air yang bersih sebagai 'lem' penempel. Makin rendah mutu adukan, makin mudah batu tersebut lepas. Pastikan pula adukan semen diaplikasikan secara merata pada permukaan batu yang akan ditempel jangan hanya bagian tengahnya

6. Jangan membiarkan bekas semen di permukaan batu sampai kering. Batu memiliki sifat porous (menghisap air) sehingga apabila semen didiamkan di permukaan batu sampai kering, maka akan sangat sulit dihilangkan

7. Setelah pemasangan, sikat permukaan batu dan keringkan. Lalu lapisi dengan cairan coating. Apabila sering terkena air permukaan batu akan anti jamur dan lumut serta mengkilat sampai setengah tahun. Jika selalu kering tentunya akan tahan lebih lama lagi.

Sumber: Republika Online
             Depo Bangunan Online

Jangan asal pasang keramik

Jangan berharap lantai rumah akan terlihat indah dan menawan, meski Anda sudah tepat memilih keramik, yang sesuai dengan fungsi dan kegunaannya. Karena kalau tak benar memasangnya, keindahan itu justru bisa jadi akan hilang. Bahkan, bisa jadi keramik yang sudah terpasang, pecah atau rusak. Jadilah keramik yang sudah dibeli, dengan harga yang mungkin cukup mahal pula, akan sia-sia belaka. Pada dasarnya, pemasangan pelapis atau penutup lantai adalah pengerjaan finishing. Tapi tetap perlu ditangani khusus, dari yang perlu dilakukan adalah:

1. Kenali jenis struktur (lantai atau dinding), bentuk dan ukuran permukaan, di mana keramik akan dipasang.  

2. Informasi itu penting, untuk menentukan ukuran keramik, serta teknik pemasangan yang akan digunakan. Apakah menggunakan sistem open joint (lebar nat lebih dari 3 mm) atau close joint (lebar nat kurang dari 3 mm). Pemasangan keramik dengan sistem open joint
(nat > 3 mm) lebih menguntungkan, karena:
a. Dapat mentolerir kemungkinan perbedaan ukuran keramik, terutama untuk keramik berglazur yang porositasnya rendah.
b. Lebih sedikit flexible joint yang digunakan, terutama jika dipakai bahan pengisi nat yang agak elastis.
c. Pengisian nat lebih mudah. 

3. Tambahkan flexible joint pada setiap luasan 25 m2. Yaitu pada pertemuan lantai dengan dinding atau sudut antara dinding.
Fungsinya untuk mengantisipasi saat terjadinya beda muai panas tiap bahan, pada saat keramik telah dipasang. Jarak flexible joint ini juga berkaitan dengan penggunaan nat.       Jarak/Interval Flexible Joint Ruang Dalam Ruang Luar
- Nat kecil (close joint) Tiap 4 - 6 m Tiap 2 - 3 m
- lebar > 6 mm lebar > 10 mm
- Nat lebar (open joint) Tiap 6 - 10 m Tiap 3 - 5 m
- lebar > 6 mm lebar > 10 mm  

4. Khusus untuk lantai di kamar mandi, pasang keramik dengan kemiringan minimum 1% ke arah saluran air, agar air tidak tergenang. 

5. Informasi ukuran ruang itu juga untuk menentukan pilihan bahan perekatnya, adukan semen atau lem keramik. Untuk mendapat Adukan semen yang pas, komposisi campuran harus 1:3, atau 1:4, dan tidak terlalu banyak air. 

6. Bila menggunakan adukan semen, maka diratakan pada bagian struktur lantai. Pada dasar keramiknya sendiri hanya dioleskan tipis rata. Setelah adukan diratakan pada lantai, dapat ditabur tipis dengan semen kering (semen dicampur dengan pasir halus). Lalu segera rekatkan pada kondisi adukan masih setengah basah.  

7. Jangan memberi adukan semen pada bagian dasar keramik, lalu dibalik dan dipasang dengan mengetuk-ketuk permukaan keramik. Karena efeknya justru membuat adukan itu tidak rata menyebar di bagian dasar keramik. Hal itulah yang menjadi penyebab bagian ujung keramik sering patah.   

8. Jangan lupa, keramik yang akan dipasang harus direndam air terlebih dahulu.(AS)

Sumber: Properti Indonesia, Juni 2001
             Depo Bangunan Online

Cara pemasangan keramik lantai dan dinding

a. Pemasangan keramik lantai dan dinding sebaiknya pada tahap akhir, untuk menghindari  kerusakan akibat pekerjaan yang belum selesai.

b. Permukaan lantai/dinding yang akan dipasang keramik harus bersih, cukup kering dan rata air.

c. Tentukan tulangan dengan mempertimbangkan tata letak ruangan / tangga / dinding yang ada. Pemasangan keramik lantai atau dinding dimulai dari tulangan ini.

d. Sebelum dipasang, keramik lantai atau dinding agar direndam dalam air terlebih dahulu.

e. Setiap jalur pemasangan sebaiknya ditarik benang dan rata air.

f. Adukan  semen  untuk  pemasangan  keramik  harus penuh,  baik  permukaan  dasar maupun  dibadan belakang  keramik lantai  atau dinding  yang terpasang. Perbandingan  adukan dan  ketebalan rata-rata yang dianjurkan adalah:   
    - Untuk lantai, Semen : Pasir = 1:6, dengan ketebalan rata-rata : 2 - 4 cm
    - Untuk dinding, Semen : Pasir = 1:4, dengan ketebalan rata-rata : 2,0 cm

g. Lebar nat yang  dianjurkan, untuk lantai = 4 - 5 mm dan dinding = 2 mm, dengan campuran  pengisi  nat (Grout) semen  atau  bahan khusus  yang ada  dipasaran. Bagi  area yang  luas dianjurkan  untuk diberi expansion joint.

h. Khusus untuk dinding luar, harap diberi tali air per jarak tertentu dengan mem pertimbangkan desainnya, agar tidak menerima beban terlalu berat.

i. Bersihkan segera bekas adukan/grout dari permukaan keramik, dapat digunakan bahan pembersih yang ada dipasar dengan kadar asam tidak lebih dari 5%, setelah itu segera bersihkan dengan air bersih.

j. Karena sifat alamiah dari produk keramik, yang disebabkan proses pembakaran pada temperatur tinggi, dapat terjadi  perbedaan warna  dan ukuran, untuk  ini periksa  dan pastikan keramik lantai atau dinding yang akan dipasang mempunyai seri dan golongan ukuran yang sama.

Jangan Sembarang Memasang Ubin Keramik

Saat pemasangan ubin keramik, beberapa hal perlu diperhatikan, agar didapat lantai yang indah. Ubin keramik seringkali dipasang dengan tidak cermat. Akibatnya, terjadi masalah-masalah seperti nat yang berantakan, ubin retak, dan popping. Ini terjadi karena ada beberapa anggapan yang masih perlu diluruskan di masyarakat berkaitan dengan lantai. Orang masih menganggap bahwa biaya pembuatan lantai itu hanya berupa biaya pembelian ubin. Dana yang disisihkan untuk pemasangan sangat sedikit, biaya tukang ditekan seminim mungkin dan grouting (bahan pengisi antar ubin) pun dipilih yang berkualitas rendah. pengerjaan lantai seringkali dianggap sebagai pekerjaan struktur. Padahal, lantai merupakan bagian dari interior yang harus dilakukan lebih cermat, didesain cantik, dan dikerjakan serapi mungkin.Saat pemasangan ubin keramik, beberapa hal di bawah ini patut diperhatikan. Jika ini yang dilakukan, lantai apik yang diidamkan setiap rumah pun akan terwujud.

Nat yang baik
Dulu orang menggunakan adukan semen biasa untuk mengisi nat. Ternyata, adukan seperti ini terbukti kurang baik, memungkinkan tumbuhnya jamur. Sebaiknya gunakan bahan khusus untuk nat (grouting). Bahan ini mengandung plimer, sehingga mampu menahan air yang pada akhirnya mencegah tumbuhnya jamur.Bahan ini sudah tersedia dalam berbagai warna, sehingga bisa disesuaikan dengan selera. Anda bisa menyeragamkan warna nat dengan warna ubin, atau justru malah ingin menciptakan garis nat tegas dengan memilih warna yang kontras.

Mulai dari depan
Agar rapi, pemasangan ubin sebaiknya dimulai dari depan rumah, yaitu dari pintu depan. Kemudian pemasangan bergerak kearah belakang rumah. Tujuannya adalah agar ubin yang utuh dipasang di depan, sedangkan potongan ubin dipasang di belakan rumah. Namun, jika Anda ingin memasang ubin dengan pola khusus atau simetris, mulailah pemasangan dari tengah ruangan. Ubin dengan border disekelilingnya juga dipasang dengan cara seperti ini.

Mencegah ubin meledak
Seringkali pasangan ubin keramik tiba-tiba terangkat dan pecah dengan suara keras, seolah-olah meledak. Ubin yang terlepas dari dasarnya ini disebut popping. Popping umumnya terjadi di lantai dua atau lebih. Ini karena pergerakan struktur pada lantai atas lebih besar, sehingga posisi ubin menjadi lebih tidak stabil. Jika dipasang sembarangan, ubin akan terdorong ke atas dan lepas. Selain itu, muai-susut keramik juga menyebabkan popping. Jika ubin memuai dan tidak ada tempat untuk menampung volume muainya, ubin akan terangkat. Untuk mencegah popping, sisakan sedikit ruang di antara ubin keramik dan dinding saat pemasangan. Bisa juga celah tersebut diisi dengan bahan yang elastis seperti karet atau plastic agar bisa fleksibel mengikut pergerakan ubin.

Sumber : Kompas
              Depo Bangunan Online